LinuxMint – Penggunaannya sebagai Office Workstation

linuxmint

LinuxMint ? jika pengetahuan anda tentang linux tidak terlalu banyak tentu anda bertanya-tanya, linux jenis apa lagi ini ? linuxmint merupakan turunan dari Ubuntu Linux. dimana ubuntu merupakan salah satu distro besar di dunia perlinuxan. karena merupakan turunan ubuntu maka tentu linuxmint ini berbasis debian.

banyak rekan yang pernah mencoba Ubuntu mengatakan bahwa ubuntu merupakan salah satu distro linux yang user friendly dan mudah digunakan dan dimengerti. tetapi jika anda pengguna keluarga Microsoft Windows yang ingin beralih ke linux (New user) maka linuxmint akan terlihat lebih mudah daripada ubuntu. mengapa ? Alasan utamanya adalah antar muka Grafis (graphical interface) dari linux mint mirip dengan keluarga Windows dengan bottom bar dan tombol pembuka menu (klo di windows kotak “start” atau lambang windows bulat) di kiri bawah. dimana hal ini tidak ditemukan pada ubuntu standar. Saya sudah hampir 4 tahun menggunakan linuxmint di komputer kantor saya, dan versi terakhir dan masih saya pakai adalah versi 17.1 (Rebecca). Oo iya sedikit penjelasan, semua versi linuxmint menggunakan nama-nama wanita untuk penamaan versinya. dimana ubuntu menggunakan nama-nama binatang untuk penamaan tiap versinya. Pengalaman selama menggunakan linuxmint di lingkungan kantor yang semuanya menggunakan windows tentu ada tantangan-tantangan tersendiri. antara lain :

  1. tidak punya support memadai jika ada masalah. karena IT dept nya lebih pada Windows minded. solusinya, cari solusi sendiri dan banyak2 berkunjung ke website support grup maupun di forum2 diskusi linux.
  2. Tantangan pada kompatibilitas hardware. dimana yang paling saya rasakan adalah terutama pada printer. dimana kita tidak bisa mengoptimalkan semua fasilitas dan kemampuan printer karena tidak adanya driver asli dari pabrikan yang diperuntukkan khusus untuk linux.
  3. Tantangan Software. dimana karena lingkungan kerja di tempat saya masih menggunakan windows semua. maka otomatis semua tipe file yang dipergunakan dan dishare adalah file ntuk aplikasi windows. contohnya file2 untuk aplikasi microsoft office.

tapi tantangan-tantangan tentu banyak jalan keluar dan solusinya. buktinya, saya sampai sekarang masih pakai linuxmint kok..he..he. bahkan menurut saya menggunakan linuxmint cukup banyak keuntungannya. antara lain yang saya rasakan dan alami :

  1. membuat saya sebagai user menjadi lebih pintar. bebas dari ketergantungan kepada IT Dept. karena tidak setiap ada masalah selalu berusaha memecahkan sendiri dan mencari solusi sendiri membuat saya lebih mandiri dan tidak bergantung pada rekan2 IT dept di tempat saya.
  2. Keuntungan lainnya adalah, saya bisa mengcustomize komputer kantor saya sesukanya. karena saya bebas menggunakan software apa saja untuk linux tanpa takut bakal melanggar hak cipta atau razia software bajakan. Mau aplikasi PDF Editor ? ada MasterPDF. mau aplikasi editing foto? ada GIMP, mau aplikasi gambar vektor? ada Inkscape, Mau aplikasi Office? ada Libreoffice. Sementara rekan-rekan saya yang lain pengguna windows dibatasi hak aksesnya oleh administrator dan hanya diberi hak sebagai user saja. ngga bisa ngapa-ngapain..he..he.
  3. Saya terbebas dari Virus. pernah 1 kejadian hampir semua workstation kami di kantor terserang virus sampai2 perusahaan musti keluar uang lumayan untuk membeli antivirus dengan lisense untuk masing2 komputer yang jumlahnya cukup banyak. hanya komputer saya (dan server kantor) yang selamat dari serangan virus dan alhamdullilah bisa ngebantu untuk melakukan scanning virus ke komputer rekan2 kerja yang lagi kena virus.

untuk sementara segitu dlu. nanti kalau ada waktu diteruskan…..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*